Sunday, June 16, 2019

Kabar 2 Pekan

Akhirnya bisa update lagi disini. Asli dari kemarin mau bikin postingan gak jadi2. Huft. So little time but so much things to do. 

Kadang gue tuh suka gini, kalau sudah bangun cek henpon gitu kan. Pas dicek eh gak ada yg notif. Sekali ada yg notif eh dari Telkomsel. Trus si henpon natap gue gitu kan, seakan mau bilang KANCINGAN DEH LU. Itulah idup. Kadang gak selalu manis sesuai yang kita mau. 

Banyak yang mau gue share disini. Langsung aja yak. Firstly gue mo ngomong ini dulu : Horee akhirnya kelar juga sepekan kemarin ujian semester di sekolah. 
---
Nah biar kalian gak bingung gue akan memetakan tgl kejadian 2 pekan terakhir ini. 

Pekan 1 - 2 : tgl 1 s/d 9 Juni

Lagi dan lagi gue shalat ied gak bareng bokap sama nyokap. Gue ied duluan sedangkan bokap sama yg lainnya di hari berikutnya. Tapi bedanya kali ini gue shalatnya sama si Isna adek gue yg bungsu. Kalau idul adha kemarin gue mah shalatnya pergi sendiri. Asli berasa di negeri org tauk. Asing di negeri sendiri. Huhuhu. 

Tapi gak papa. InsyaAllah nanti akan ada saatnya dimana kita bisa sepaham dan shalat ied sama2 lagi. 
---
Masih sama kek tahun lalu abis shalat ied bikin ketupat sama buras dan pastinya daging toppalada dan pallu kacci andalan nyokap. Cuman ya itu, akhir bulan lalu nyokap abis jatoh depan carefour jadi gak bisa banyak bantuin kita masak. Semoga bekas jatuhnya cepat sembuh. Aamiin. 

Kadang apapun itu gak enak kalau bukan buatan nyokap sendiri. 
---
Kita masih berkelana di daerah laikang dan sudiang. Ketemu sama sepupu. Makan gak terlalu banyak sih. Gak kek dulu, sampe gak bisa gerak. Sekarang sdh bisa ngontrol sendiri. 
---
Terkahir anak kelas XII datang ke rumah juga. Personilnya biasalah. Amel, winda sama fajrin. Udah. 
---
Pekan 3 : tgl 10 s/d 15 Juni

Gue cuman abisin waktu antar rumah dan sekolah selama sepekan terakhir ini. Dan satu hal yang pasti setelah lebaran ini guru dan siswa sudah salaman juga. Utamanya kelas XI. Semoga mereka benar-benar sadar dan gak ngulangin lagi kesalahn yang kemarin. 
---
Terkahir gue masih sibuk lengkapi buku administrasi. Abis borong buku di Agung juga. Terus abis reservasi tempat untuk acara tgl 12 Juli nanti di Condotel. Semoga dilancarkan. Gue ambil lantai 18 nya. 

Outdoor cafe dan asli konsep acaranya nanti keren. Gue udah bikin utk 3 moment itu sih. Reunian, miladnya Winda dan Ade plus syukurannya si Adil yg lulus pendidikan polisi. Salute kelas XII. 

Alumni lain bakal susah nih nyaingin kita. Liat aja bentar. Huehehe. 
---
So, wish me luck :) 

The last. Chat ini datang dari bokap yang sedang nelfon. 
Bokap : Halo..  
Tante gue : halo, bgmn kabarta? 
Bokap : Alhamdulillah baek, ka selalulka sama dia. 
Tante gue : dia? 
Bokap : DIAbetasol hahahahaha
Seisi rumah ngakak. 
---
Selamat memasuki pekan remedial dan Terima raport. 

Friday, May 31, 2019

Our Bahasa's Teacher


Hepi fasting, hepi iftar dan selamat menyambut Eid Mubarak ') 
Semoga yang sakit, disegerakan kesembuhannya. Aamiin. 
---
Deepest condolences. 
---
Kek yang pernah gue tulis di postingan beberapa tahun yang lalu kalau semua orang pasti punya phobia masing2. Ada yang phobia pada ketinggian, ada phobia pada kegelapan, ada phobia pada keramaian. Including me. Gue juga punya ketakutan2 sendiri. Salah satunya gue phobia pada "perpisahan" baik itu sifatnya sementara ataupun kekal. 

Beberapa orang mungkin berfikir lebih baik meninggalkan daripada ditinggalkan. 
---
Dulu temennya adek gue pernah nulis caption di salah satu akunnya ttg kehilangan. 

Yang paling gue inget itu pas dia nulis bilang begini "tidak ada lagi canda dan tawamu". Begitu gue tanya, siapa yang meninggal dijawab sama dia kucing piaraannya. I mean KUCING PIARAANNYA. 

Jangankan jam dinding. Gue pun hanya bisa terdiam. 
---
Another story goes... 

Lebih dari setahun yang lalu, salah satu siswa gue di sekolah meninggal. Namanya Andini. Dua bulan sebelum ujian nasional. Sebelum dia meninggal, gue sama anak2 dan guru2 di sekolah nyempatin diri utk menjenguk dia di rumahnya. 

Badannya terkujur kaku di ruang tengah dekat ruang tamu pas depan tivi. Kata anak2 yang lain sih, dia gak bisa ngenalin kita lagi. Tapi begitu kita mau pamit pulang, dia masih salim dan cium tangan gue. Terlihat jelas, air matanya jatuh.

Dia masih ingat gue siapa, bahkan ngenalin gue waktu itu. Diingat atau dikenali karena mungkin gue yang paling keras didikannya di sekolah. I don't know. 

Sebelum pulang, gue sempat minta maaf kalau ada salah, bahkan mungkin banyak salah. Gue pegang, kepalanya sambil bilang "Andini cepat sembuh !".

Hari itu hari Jum'at. Setelah waktu shalat Jum'at selesai kita pamit pulang. Keesokan harinya keadaannya membaik walau harus masuk rumah sakit lagi. Tepat di hari Senin berselang hanya beberapa hari, gue dapat kabar dari wali kelasnya kalau dia meninggal. 

Gue terdiam agak lama di meja. Habis itu gue keluar dan org2 sdh pada heboh di luar kelas.  
---
Sampe akhirya i have to tell you this kalau dua pekan lalu tepatnya di hari Kamis, pas di sekolah lagi mo ngadain baksos. Gue dapat info dari bu Erni (salah satu teman guru di sekolah) kalau pak Hamzah guru bahasa Indonesia gue meninggal. 

Mungkin yang ngikutin fanpage nya sekolah di SMP SMA Bawakaraeng Makassar sudah tau dan baca infonya. Mungkin juga kalian sdh tau dari teman / guru di sekolah atau dari siapa sebelumnya. But the point is, he died. 

Di hari terakhir takziah, gue, bu Ani dan bu Nita ke rumahnya. Disana kita ketemu sama istrinya. Melihat istrinya yang tanpa daya itu cukup memberi gue jawaban atas kesedihan yang dia alami. 

"Kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya adalah Lailahaillallah". Itu yang dibilang istrinya ke kita. 

Kalimat yang menyambut kita as a Moslem begitu kita baru hadir di bumi yg fana ini. 

Kalimat yang semasa hidup insyaallah selalu kita perjuangkan dan 

Kalimat yang kita idam2kan terakhir keluar dari mulut kita ketika sakaratul nanti. 
---
That's life. 

Umur orang, siapa yang tau. Kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita sejam kemudian, besok, lusa, pekan depan, sebulan atau setahun ke depan. Apakah kita masih hidup ataukah kita sudah dikenang oleh sedikit atau banyak orang. Nobody knows. 

Akankah nama kita masih disebut di sujud terakhir orang2 yang kita sayang atau mungkin kita sudah dilupakan. Jujur gue gak mau dilupakan begitu saja. Life is so short. 

The way I see things that kematian itu adalah sesuatu yang pasti akan kita jumpai. Sesuatu yang kadang kita sendiri deny akan keberadaannya. Sesuatu yang selalu kita simpan di poin terakhir dalam hidup kita. Sesuatu yang terlalu sensitif untuk dibicarakan dan didengar oleh telinga. Bahkan kadang kita ignore it. 

And when it comes, it hits hard. 
---
Gue yakin, org2 yang kita sayang dan telah pergi lebih dulu gak mau liat kita jadi org lemah. Jadi org yang taunya cuma nangis. Mereka ingin kita tegar. 

Bukankah the meaning of life is to give life a meaning? 

Kita hidup agar kita bisa berarti utk org2 di sekitar kita. Kita melakukan aktivitas agar semuanya tidak berarti hanya untuk kita, tapi juga berarti utk org banyak. Kita hidup untuk membuat semuanya lebih berarti. 
---
I just wanna say this... 

Gue ingin hidup gue berarti.
Berarti buat orang2 yang gue sayang. 
---
#RIPRatusanAnggotaKPPS #RIPHarunAlRasyid #RIPUstArifinIlham 

Saturday, May 25, 2019

Mannequin Challenge dan Miracle Sebuah Kado

Manequin lagi? 

Oh c'mon, setelah UNBK kan udah cik...
Trus lu challenge lagi, gituh? 

Yes, I do. Gue dan futuristic 2019 menggila lagi di Richeese Factory. 

Huwat? 

Ho oh. Gue challenge lagi. Kali ini bareng sama pengunjung disana. Tiga kata untuk aksi kita disana : Asli. Gokil. Nekat. 

Padahal cuma pengen jawab pertanyaan "SEBERAPA GREGETKAH KELAS XII?"

Gile ndro... Sampe dibela2in untuk ajakin pengunjung main MC. Dan alhamdulillah sukses dilaksanakan di hari miladnya bu Ani. Yihaaa mission complete *lompat2

Nanti gue kupas tuntas di post berikutnya ! 
---
Oke, this the detail story goes

Tgl 21 Mei adalah hari milad dr bu Ani temen TU gue di sekolah. Sekaligus tgl dimana gue dan anak kelas XII sepakat untuk sekalian ngadain bukber. Sesuai kata pepatah, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. 

Secara bukber di sekolah mule tahun ini dihiatuskan untuk waktu yg entah sampai kapan layaknya OSIS di schule. 

Layaknya manusia yang tak begitu menyukai boneka, gue memutuskan untuk beli bantal Arsenal sebagai kado di Kiddy sepulang sekolah sehari sebelumnya. 

Kenapa mesti bantal? 

Biar ada gunanya, itu satu. Kedua, tahan lama. Apa lagi ya? Yang jelas something like that lah ya. Intinya bisa berguna bagi yang menerima. 

Begitu masuk Kiddy, gue langsung nanya dong ke mbak2nya yang senantiasa selalu ngikutin pergerakan kaki gue. Buset. Kirain gue mau rampok. Ya amyunnn amit2 deh. Sori mbak, gue masih punya duit ya. Catet ituhh. *mule ngaco 

Setelah melihat2 begitu banyaknya boneka yg ada disana, gue mutusin untuk beli bantal. Lho? 

Disana itu lebih banyak pilihan bonekanya dibandingkan bantalnya. Coba kalian bayangin, jumlah boneka dan bantal jika dianalogikan kek apa ya, kek jumlah upil dan bulu idung. Nah, bingung kan? Iya gue juga bingung. 

Lanjut

Setelah mengitari rak boneka yg bejubun-jibun, gile bahasanya MENGITARI. Kata dasar ITAR seperti kalimat yang sudah gue baca baru2 ini di bukunya si Radith (Aduh apaan sih Cik? Gak penting deh) gue akhirnya menemukan bantal. Bentuknya kek tangan, warnanya merah, pilihan gambarnya cuma dua. Ada gambar mobil tayo dan ada gambar spiderman. Dengan riang gembira gue pilih yg spiderman. 

Setelah dapet, gue pun langsung suruh bungkus pake kertas kado. Ya iyalah,  masa pake kertas nasi bungkus. 

Kegeblekan pertama, waktu si mbak2nya mulai membungkus bantal yang baru gue beli itu adalah gue baru sadar kalau ternyata gue gak bawa air minum persiapan buka dari sekolah. Pinter.

Padahal kebiasaan kalau puasa gini dan gue pulangnya agak sorean, adalah bawa bekal air minum minimal teh kotak untuk jaga2 kalau di jalan gak dapet takjil gratis. Huehhe. 
---
Kegeblekan kedua teringat pas si Pitek dtg ke rumah sekitaran Oktober tahun lalu bawa undangannya kak Mega. Trus Pitek cerita gitu kan, ada adeknya juga waktu itu si Arham dan tentunya ada nyokap gue juga dunk... 

Pitek : iyek kakak Acik, itu  yang sering kupake kalau pergi2 ka
Gue : hah?  Bantal? 
Pitek : iyek kakak, bantal Arsenal yang dulu dibelikan 
Gue : yang mana? 
Pitek : ih kakak Acik nalupami, yg kado ultahku kakak yg dulu dibelikan
Gue : Oh iyo dii *tepok jidat

Ternyata sodaraku yang budiman, gue baru ingat kalau dulu gue pernah belikan Pitek bantal Arsenal. 

Asli. Pelupa parah. Untung waktu itu Pitek gak ngasih gue pertanyaan dodol semisal... 

"Kakak Acik masih dikenalja?"

Bagus kalau gue jawabnya, "Iya dong Pitek, kenal lah"

Gimana kalau jawaban gue kek "Lo Pitek yang mana ya?" Hueheheh yang ada gue mungkin udah ditabok duluan. 
--- 
Mungkin gue adalah tipikal manusia yg gak pernah bisa paham gimana perasaan boneka. Gak pernah sama sekali ngasih orang boneka juga kalau ada yang ultah. Pertama karena emang gue gak suka. Kedua, krn gak suka, ketiga krn gak suka. 

Giliran gue ultah tante gue malah beliin gue boneka, gue sendiri yg histeris. Akhirnya tuh boneka gue lempar, saking menakutkannya. Sekarang gue gak tau tuh boneka ada dimana. 
---
The last hepi milad ya bu Ani 🎂
And hepi fasting 😄

Saturday, May 18, 2019

Help me...

Oke jadi ceritanya gini...

Sudah hampir semingguan ini gue berbuka puasa di angkot. Secara gitu loh, gue hampir tiap hari masuk sekolah terus. Dan tiap hari itu juga, gue habisin waktu hanya depan laptop sambil dengar KKK nya Prambors. 

I mean I am alone

That's why gue selalu pulang di pkl 16.30-an hanya gara2 ngejar deadline kerjaan dan satu lagi alasan yg paling masuk akal, biar dapet takjil di jalan. 

Hueheheh. Modus banget. 
---
FYI, alhamdulillah banget di Ramadhan tahun ini gue berhasil lepas dari jeratan indomie. Gokil. Gue baru makan indomie goreng itu di hari ke-10 puasa men.

Selama puasa itu gue makannya sehat mulu. Such as telur, ikan, ayam goreng pak djomot, asli nampol tuh sambelnya. Plus nyokap traktir kita serumah makan ayam goreng kremes langganannya si Isna. 

Merdeka gue..  
---
The other story goes... 

Di rumah gue ada tikus got yang dengan jumawanya mengambil peran gue di wc sudut dekat tangga belakang rumah gue. Jadi pekan lalu itu adalah pekan dimana gue berbagi tempat sama si tikus got kesasar itu. 

Hal pertama yg muncul di kepala gue adalah TUH TIKUS MASUK DI WC LEWAT MANA ? 

Oke, kalau kita flashback dari kebiasaan om Ridu di rumah yakni tidak menutup lubang air dalam wc bisa jadi tuh tikus ngambil kesempatan lewat sana. 

Sebelum naek lewat lubang air di wc mungkin si tikus sempat berdialog juga dulu dengan dirinya, seperti yg biasa gue lakuin kalau lagi liat makanan. Buset dah. 

Kira2 seperti ini : ah kesempatan nih, mumpung ada jalan menuju wc gue bisa nih jadiin wc ini sebagai batu loncatan untuk dapet makanan di dalam rumah. 

Sebusuk itulah otaknya si tikus. Kek gue kalau liat makanan, ya nggaklah. Liat diskonan di dapur coklat sih dulu. Iya. Jiahhh... 

Oke lanjut. Sebelum gue tau tuh tikus bersemayam di bawah mesin cuci dalam wc. Gue pun setiap pulang dr sekolah pasti mandi dong ya iyalah bau kos kaki gitu. Huehehe.

Nah pas gue nutup pintu wc dari dalam, tiba2 tikus hitam segede kucing muncul di bawah mesin cuci sambil berlarian mau keluar dr wc, tp berhubung tuh wc udah gue tutup giliran gue yang histeris. 

KYAAAAAAA

Gila nih tikus. Nabraknya membabi buta. 

Akhirnya gue berhasil keluar, setelah manggil adek gue. Si Adi. Thanks bro. Kalau nggak, gue gak tau gue bakal keluar lewat mana. Gak mungkin dong, gue manjat dinding kek spiderman trus lewat atap atau lari nembus dinding kek yg dilakukan oleh heri poter. Cmon man, ini bukan Hogwarts gitu. 

Giliran om Ridu yang tanding dalam wc sama tuh tikus. Beberapa menit setelah terdengar suara dari dalam wc...

Seperti suara tawuran

Om Ridu : come here ! 
Tikus got : *lari muter2*
Om Ridu : BRAKKK
Tikus got : cuit cuit..  cuit cuit.. 
Om Ridu : ah ndak ada ampun 
Tikus got : *Arghhhhhh

Setelah sekitar setengah jam di dalam wc, akhirnya om Ridu keluar sebagai pemenang. Dan tuh tikus sukses dikuburkan di bawah tangga depan. 

Pesan untuk si tikus got : Wahai tikus bertobatlah ! 
---
Btw, mengenai pemilu ah banyak korban KPPS yg meninggal. Mereka mah bukan pahlawan Demokrasi tp korban, ingat ya JOK ! 

Mereka itu manusia yg bernyawa, bukan boneka. Atau game yang kalau game over masih bisa play again ya. It's not the same. 
---
The last, tengkiu udah manggil gue dan bu Ani bukber di Yapma tgl 13 Mei kemarin. 

Tp sekali lagi gue masih butuh waktu. Butuh waktu untuk menerima realita bahwa Life is about balance. Kadang idup itu gak selalu manis seperti yang kita harapin. Ada pahit di sela manis itu yang juga harus kita terima. Dan rasa pahit itu juga sudah pernah gue terima. Rasanya gak kek leci yg biasa gue minum, rasanya sakit. 

But for all... 고맙다 🙏

Tuesday, May 7, 2019

Curhat

Ada yang bilang, kalau keluarga itu adalah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Sedangkan sahabat adalah takdir yang kita pilih untuk masuk dan tinggal dalam hidup kita.

Alangkah bagusnya lagi sih kalau keluarga bisa menjadi sahabat kita juga sekaligus. Bisa nyokap, bokap, kakak atau adek lo. Tergantung lo nyambung ke siapa.
---
Gue misalnya, dulu suka banget cerita2 itu sama nyokap. Bahasan apapun itu ya pasti dibahasnya sama nyokap. Asik aja gituh.


Kalau dgn bokap gimana cik? Bokap asik di ajak cerita juga, cuman ya itu dia. Bokap kalau cerita susah diremnya. Pernah waktu itu gue kemana gituh, trus bokap cerita2 gitukan sama supir taksinya dari awal naek taksi, bokap cerita sampe kita turun depan rumah.

Trus kalau gue perginya bertiga bareng nyokap, biasanya nyokap suka colekin bokap gue gitu kan trus bilang BAPAK SUDAH2 MO... SAMPE MAKI. Tau2 kita udah sampe gitu aja loh di rumah.
---
Semenjak kakak gue nikah dan jadi PNS gue udah gak pernah lagi cerita2 sama dia. Karena kesibukan masing2 juga. Dulu mah kita bisa kompak gitu. Semua sodara gue kumpul di kamar bokap trus cerita gitu sama nyokap. Sekarang sih gak lagi.


Gue juga masih suka sih cerita2 sama adek gue apalagi kalau ada hal2 yang menghebohkan. Contoh, si Pitrah misalnya yang kalau dapet berita tentang ALL YOU CAN EAT, langsung deh konek. Huehehe.
---
Gue yakin siapapun kalian pasti kalian punya teman cerita yang kalian bisa percaya. Tempat dimana kalian bisa berkeluh kesah dan mereka dengarin kalian. Kek gue, dan blog gue ini.


Pemirsah yang budiman, 2019 bukan hanya tahun politik di negeri ini tapi ia juga sekaligus menjadi tahun dimana manusia menjadi tidak jelas.
---
Btw, pekan kemarin itu adalah pekan pertama gue tanpa Hani siswa ekskul Korea gue yang pindah ke Palu karena ikut mamanya.

Wednesday, May 1, 2019

Welcome back to this site 😆

Tgl 1 Maret kemarin gue mule aktif lagi di WA. Abis itu tgl 1 April mule lagi sibuk posting di facebook and finally tgl 1 Mei, tepatnya hari ini gue balik lagi ngeblog.

Yeahhh 🎉

Tengkiu tengkiu...
---
Kenapa selalu aktif di tgl 1? Dan itu di semua awal bulan? Krn awal bulan adalah awal penantian gaji. Hueheheh.
---
Waktu baru2 aktifin WA tentunya dengan nomer yg baru (3 dibaca: Tri) gue suka rada kaget2 gimana gituh.
Contohnya waktu pertama kali gue dapet chat dr seseorang yg notabene gue gak kenal sm nomernya. Foto profil sih ada, tp agak ragu dan akhirnya gue baru nyadar kalau dia adalah bu Sukma *tepok jidat*

Pas gue tanya...
Gue : kita ini bu Sukma?
OrangYangGueVonisSebagaiBuSukma : iyek, bu Acci lama ta tidak aktif 😭
Gue : ... 


Ajaibnya, ternyata gue dikangenin juga #ohokk

Yang jadi pertanyaan pemirsah, bu Sukma dapat no. Gue drmana? So far sama sekali belum ada yg gue kasih tau nih nomer kecuali bu Ani.

Cek per cek ternyata nomer Tri ini didapatnya dr si Isna adek gue sendiri. Trus gue cuma bengong gitu kan. Isna? Trus dia tau darimana coba?

Jangan2 si Isna mule indigo... Dan tau apa yg akan terjadi di masa depan. Hiii
---
Out of the topic is...


Pekan lalu tepatnya masih di bulan April. Gue ngambil libur sekolah in six full days. Jadi deadline kerjaan udah numpuk dan itu bukan bercandaan lagi sih.

Urus urusan sekolah, kumpul laporan dan belanja ATK di daerah Ratulangi.

Lama gak ngeblog ternyata gak memengaruhi diri ini utk bisa paham peta. Gue sukses kesasar di daerah Mappaoddang. Huhuhu.
Satu hal yg gue pelajari dari kejadian ini adalah ternyata cabdis itu deket loh kalau lewat Ratulangi dan gak perlu nyambung angkot.
---
The other disaster...


Jadi Kamis kemarin ini adalah jadwal suka-suka gue untuk beli ATK. Sampe di Toko Agung (langganan), gue langsung yang heboh sendiri gitu. Kek dapet mainan baru gitu loh.

Alhasil semua barang yang udah gue plan itu gue masukin aja dalam troli. Setelah bayar, gue siap-siap dong untuk balik ke rumah.
Sebagai warga negara Indonesia yang baik gue pun nunggu angkot depan Mal Ratu Indah. Begitu gue liat ada angkot strep orange gue berhentiin dong. Dalam hati, gue bilang YES DAPET ANGKOT.

Soalnya di dunia yang fana ini, semenjak angkutan online marak, angkot itu kek langka dan hampir punah gitu aja. Begitu dapet 1 angkot dari 20 kendaraan berbeda, ya giranglah. Ibarat dapet air Le Mineral di gurun pasir.

Pas naek gue bilang ke supirnya...

Gue : Pak pengayoman dii... *gue naik dan duduk tenang di atas angkot

Trus si supirnya itu balik badan ke tempat duduk penumpang yang ada di belakangnya, trus nanya ulang ke gue gitu men.

PENGAYOMAN???

Seolah ingin menegaskan kalau tujuan gue ituh adalah pengayoman.

Dengan santai gue jawab...

IYA PAK, GRAND TOSERBA

Trus penumpang depan dan kiri kanan gue itu saling liat gitu men satu sama lain abis itu mereka liatin gue semua. Mampus. Pertanda apa ini? Dalam situasi begini gue tuh seakan-akan mau dieksekusi sebentar lagi.

Trus si supir bilang BUKAN PETE-PETE KE PENGAYOMAN INI KAK...

Apah? Bu... Bukan?

Untuk lebih meyakinkan ada cewek depan gue ngomong juga trus bilang ke gue IYE KAK PETE-PETE KE MINASA UPA INI

Haaa?

Gue liat ke kaca depan... Tertulislah MINASA UPA dengan tulisan terbalik

Apah?

JADI? JADI? JADI?
...
DARITADI ITU GUE SALAH ANGKOT?

KYAAAAA

Dan akhirnya, gue hanya bisa turun dari angkot dengan senyum masam.

Seangkot pun tertawa membahana. Seolah mo bilang ke gue, ya ampun GEBLEK LUH.
---
Terimakasih Omi4A atas kebersamaannya 2 tahun ini, lu gue hibahkan ke tangannya Pitrah sekarang. Baik2 ya disana 😢
Omi6, saatnya kita berpetualang bersama...

Monday, December 31, 2018

Flashback 2018

Hmmm...  Cerita ttg 2018. Apa ya?

Sedih, bahagia, kesal, kecewa sampe marah yg gak pake imut2 pun semua gue rasain.

Januari :
Ini bulan pertama mantan ketos pertama gue wktu SMP menjabat lg di SMA. Terus akhir bulan si adek Salfa lahir di bumi owh cayang. Di bulan ini, gue ke sekolah itu agak jarang. Bahkan mungkin gak pernah sama sekali.

Februari :
Bokap operasi benjolan di siku nya, waktu itu asli gue panik. Alhamdulillah operasinya lancar. Gue yg jagain bokap di rumah sakit. Gantian nyokap juga, cuman gue yg selalu nginap. Love you both.

Maret :
Bulan ujian sekolah plus bulan sosialisasi ke sekolah2 utk ppdb. Jadi ppdb itu semacam penerimaan siswa baru gitu di sekolahan. Pernah sekali gue nyasar, asli parah.

April :
Awal mula gue mulai akrab sama siswa ekskul korea gue. Dan gue mulai rajin ke sekolah juga, utk liat perkembangan terbaru isue2 pindah sekolah yg sempat marak. Something like that lah ya.

Mei :
Gue udah rajin ke sekolah, soalnya waktu itu lagi puasa. Lho?! Nyambung dimana coba? #TanyaKenapa.
Sebelum puasa itu sempat bakar2 ikan juga sih bareng siswa ekskul gue. Uda gitu aja.

Juni :
Lebaran plus libur panjang sekolah. Berapa lama? 1 1/2 bulan cuy. Lamaaa banget. Tapi berhubung libur sekolah akhirnya gue mutusin utk tetap masuk kerja sekaligus ppdb.

Juli :
Dari tgl 1-15 gue masih masuk. Kok gue rajin? Iya. Soalnya kalo gue masuknya rajin, begitu giliran sekolah, gue lagi yg libur jadi gantian. Toh, ini sekolah punya bokap nyokap juga jadi terserah gue mo masuk atau liburnya kapan. Huehehe. Ya gak ding. Gue gak masuk itu krn kerjaan numpuk. Ya uda gue boyong aja ke rumah. Di bulan ini juga gue bertekad utk vakum dr sosmed utk waktu yg entah sampe kapan.

Agustus - Oktober :
Totaly gue cuman di rumah doang urus kerjaan sesekali tiap ahad gue ke sekolah ngasih simulasi ldko sama anak kelas XII (simulasinya mulai September = seru dong), bulan Oktober gue ada pemeriksaan isnpektorat dan BPK jg bareng nyokap (nyokap selalu the best), main sama Fathan sama Salfa, jemput Fathan dr sekolahannya juga dan tentunya nonton My Mister. Satu2nya film yg bikin gue banyak merenung. Sssht... Ah sudahlah. 

November :
Gue comeback ke sekolah di pertengahan bulan setelah berhibernasi cukup lama (4 bulan cuy). Marah terbesar gue selama kerja di sekolah ya di bulan ini juga. Kemarahan yg udah gue pendam sejak gue gak dtg. Parah man. Gue mah gitu, ibarat kampus nih kalo gue marah bawaannya pengen langsung mewisuda maba.

Desember :
Di bulan ini Allah SWT, ngasih gue jalan2 gratis ke luar Sulawesi, masih dalam negeri sih belon ke korea heheh (FYI, tiket PP dr Makassar ke Nabire lbh 7,5 juta) dan itu duit semua bkn daon. Gue disana kalo diitung2 pas 8 hari. Lumayanlah. Dan pertama kalinya gue nyemplung di pantai dan nulis di pasir itu ya di Gedo. Tapi ada juga loh yg percaya kalo gue beneran ke korea. Tenang, insyaallah nanti di 2019 kaki ini nih bakalan napak disono. Aamiin. 

Last but not least, ini bulan terakhir gue ngasih simulasi bareng kelas XII (terharu jg gak sih) dan demi akhir yg baik kita meluapkannya dgn acara BBQ-an dan foto pake spanduk berlatar jam gadang di sekolah. 

Keknya cuma segitu doang yg bisa gue bagi skrg.

Kesimpulan dari postingan gue kali ini adalah GUE BARU SADAR TERNYATA TULISAN GUE PANJANG JUGA YAK!? 

Sunday, December 30, 2018

Whatsap

Ada yang nanya, gue kemana aja sih kok sosmednya gak ada yg aktif? Twitter, Blogspot, Fb even if itu WA sekalipun. Padahal nih ya, gue baru gak aktif itu sekitar 6 bulanan.

Ya sudah berhubung ada yg nanya, gue mutusin utk  menjawabnya. Lho?! Eniwei, jangan tanya gue kapan bikin ig atau vlog. 

Back to our main topics

Pertama, slama ini gue gak aktif di sosmed karena gue pengen nikmatin liburan gue aja sih sebenarnya. Kemarin itu di sekolahan kita ada libur penaikan kelas 1,5 bulan gitu kan, ya sdh karena menurut gue waktunya nanggung akhirnya gue bertekad untuk nambah 4,5 bulan. Buset dah. Eh tau2 udah habis semester aja. Gokil. 

Beberapa org mungkin akan beranggapan itu konyol tp buat gue itu achievement. Alhasil gue kek gaptek dan gagap berita gitu, kek orang yang nyasar ke hutan amazon tiba2 gue gak tau apa2. 

Untung gue masih punya henpon ajaib yang bisa dilipat2 untuk nelpon kesana kemari, kalo kagak gue mungkin kek idup di zaman batu. 

But thanks God, alhamdulillah gue masih ingat siapa gue dan gue ada di planet mana sekarang. 

Well, yang kedua adalah karena sosmed itu terlalu mainstrem aja buat gue, apalagi yg namanya WA atau facebook. Semua manusia dengan usia berapapun pada nangkring disana. Iya sih teknologi sdh berkembang, tapi ya jangan sampe kita diperbudak. Ambil positifnya dan tentunya yang bisa menguntungkan untuk kita. Ya gak sih. 

Sejarah kenapa dulu gue pake WA itu karena sedikit yang pake. Saat itu gue berfikir, kek nya brilian nih kalo gue punya WA. Akhirnya gue punya. 

Jeleknya menggunakan sosmed karena waktu nonton bola gue semakin berkurang, waktu belajar bahasa gue juga ssmakin menurun, waktu bantu2in nyokap bokap juga ikut tergerus, waktu main sama anak juga semakin renggang (aduh bahasanya). 

Masuk Kesimpulan :

Alasan kenapa gue gak main di sosmed lagi :

1. Gue mau nikmatin liburan gue
2. Karena udah banyak yang pake sosmed
3. Gue bukan spongebob

Btw, utk Facebook pribadi saja itu sebenarnya gue gak punya dr dulu sampe skrg. Jadi yang akun *Bawakaraeng Makassar* itu sebenarnya hanya akun sekolah yang kebetulan gue kelola secara sukarela.

Kalaupun suatu hari nanti gue balik lagi pake WA itu karena kerjaan yang nuntut gue pake itu. 

도 봐요, 안녕...  😆

Saturday, April 29, 2017

Diammu Harimaumu

Minggu lalu gue kedatangan tim audit gitu dari dinas provinsi, dan jadwal datangnya mereka itu bertepatan dengan super sibuknya jadwal gue ngurus apa2 ke sekolah sebelah cc. SMAN 16 MKS. Disuruh ngumpul RAB sama MOU gue bingung, pas tau untuk pengganti pengeluaran selama UN baru deh bersemangat ngurusnya. Hueuhue. Tau aja.

Jujur gue tertekan dengan kerjaan yang sepertinya cuma cocok buat robocop.

Harus selesaiin ini dan itulah, itu dan inilah. Pokoknya ribetnya kebangetan deh. Saking sibuk dan banyaknya pikiran yang sepertinya tak kunjung berkesudahan seperti lagunya glen fredly, gue akhirnya tambah gendut. Lho?

Karena pesimis badan gak bisa setipis waktu di kampus, akhirnya semua kemeja dan rok2 yang sudah gak muat gue wariskan ke Ika ponakannya Kim Bong Kok.

Ya pokoknya begitu deh ceritanya. 

Yang bikin gue kadang nanya ama diri gue sendiri selama ada di sekolah setahun belakangan ini adalah 

KOK ORANG2 NGELIAT GUE KEK NGELIAT KEPSEKNYA IPIN UPIN YA? 

atau coba deh gue sederhanakan kata2nya 

KOK ORANG2 NGELIAT GUE KEK NGELIAT VOLDERMORT?

Tau kan yang mana? Iya, tuh pinter. Sosok yang cukup dengan ngeliatin dia, nafas gak jalan. Sosok yang kalo detakan sepatunya bikin yang lain melirik satu sama lain trus bilang 

HIII DATANGMIII... diiringi tulisan ACCIK WAS HERE...

Sosok yang gak boleh bicara kecuali ada yg penting. Seolah gue itu sosok yang paling menyeramkan dibanding pelem-peem horor terkeren yang pernah diputer di bioskop XXI. 

Setiap kali gue jalan dan masuk meriksain kelas2, swiping dadakan, liatin guru2 dan siswa seolah2 gue menjadi pengawas killer yang lagi ngawasin ujian SMBPTN. Kek tim OJK yang datang auditin kita satu2. Kek kedatangan tim OTT ato yang kerennya dibilang operasi tangkap tangan. 

Intinya gak boleh ada yang sampe bikin pelanggaran. Bikin pelanggaran sama halnya narik pelatuk yang diarahkan ke kepala sendiri. 

Belom lagi kalo gue berinsiatif datang pagi2 ke sekolah dengan riang gembira, kalo dari lorong depan sekolah baju gue udah keliatan ehmm selesai, siswa yang ngerti gimana kerasnya gue pasti cabut bolos duluan. Mereka bakalan cari alasan apapun untuk tdk ketemu dengan gue.

Apa jangan2 siswa2 di sekolah banyak gak datang karena gue selalu stanby di sekolah ya? Huhuhu. Sungguh tidak menyenangkan selalu berada di posisi antagonis seperti ini. Selalu dan selalu.

Dibalik itu semua, gue juga manusia. Bisa ngerasain perasannya orang lain juga. Bisa lapar, haus dan masih punya hajat tiap pagi nyetor tabungan di wese. Gue juga bisa nangis dan sedih. Gue masih punya sense of humour, yang bisa bikin gue tersenyum dan tertawa. Gue juga masih suka ngupil sangking keranjingannya idung gue berdarah gara2 nyariin upil yang terlalu lama mengering. Euwww. Apalagi kalo hanya sekedar kesal dan marah. Iya, sangat manusiawi tergantung bagaimana orang2 menyikapi gue. 

Diam ada baiknya. Tegantung tujuannya kemana. Jika pada orang yang tepat, okay. Tapi kalo pada orang yang kurang tepat itu hanya akan bikin yang lain menjadi lebih tersakiti. That's it. 

Last but not least, buat kalian yang ngerasa kehadiran gue di sekolah memberikan beban moral dan moril terhadap keberlangsungan hidup kalian sebagai makhluk hidup di sekolah maka dari sini, iya dari hati yang paling dalam gue mo bilang MAAP YANG SEBESAR-BESARNYA.

Teruntuk kalian... *backsound ngetik*. Bukan, ini bukan ngetik surat untuk Starla. Tapi ini beneran buat kalian. Iya, buat bu Kantin, bu Sukma, bu Erni, pak Jumakding dan terakhir asisten terbaik di bawakaraeng jeng jeng jeng jeng siapakah dia? bu Ani, cuman mau ngasih tau kalo Bawakaraeng sepi tanpa kalian. Hiks hiks hiks.

*meluk nyokap bokap*

Saturday, April 15, 2017

Four Points

Kenapa yang namanya kondangan itu selalu menarik? well, mungkin selain bisa makan enak kita juga gak kampungan2 amat untuk bisa melihat2 gedung yang lumayan bikin kita berdecak kagum, nelan air liur sampe harus menatap langit2 gedung sambil apusin iler. The point is not only about what you see, but what you feel.

Okeh, lanjut ya.

Gue sudah cukup berpengalaman dalam hal menghadiri kondangan. Secara gue dari kecil udah sering ikut2 sama bokap nyokap. Akhirnya gue sekarang sudh cukup menjadi ahli dalam hal menilai sebuah bangunan yang mana bisa dikatakan layak dan mana yang masih biasa2 aja (aduh ngomong opo toh). Ya intinya seperti itulah kira2. 

Pengalaman dan cerita dodol itu selalu beriringan, bisa dikatakan mereka selalu berbanding lurus satu sama lain. Yap, semakin banyak pengalaman kecenderungan untuk mengalami yang namanya kejadian heboh, seru sampe yang bikin org2 ketawa sampe mo muntah bisa saja terjadi.

Ambil contoh, beberapa waktu yang lalu waktu gue, nyokap dan tentunya Isna pergi menghadiri acara pernikahan adeknya si Uyak, temennya adek gue. Resepsinya itu malam dan gedungnya pun gedung yang gak mainstrem. Four Points.

Awalnya gue kira, nama gedungnya itu Power Points padahal...

Ya ampiunnn

Gini nih kalo kebanyakan gaul depan laptop huhuhu...

Lanjut.

Sebelum berangkat nyokap sama Isna sudah nyiapin baju terbaiknya mereka. Giliran gue pakaian, si Isna ngomong : HOTEL ANNE KAWE

Trus gue yang kek, ah sudahlah. Baju kemarin kan masih bagus. Baru sekali dipakenya, maklum tanggung dicuci kalo belum cukup dua kali pake ke kondangan. Jiahahaha. 

Gue pikir2 balik, masa iya seorang gue masih berpenampilan kek gembel. Hellow. Gue gak di kampus lagi, gue seharusnya sudah bisa berubah. Gue harus tampil elegan kalo bisa gue harus ngalahin pengantennya. Dicariinlah gue baju sama nyokap dan akhirnya dapet.

Sret sret sret. Gak perlu waktu lama, sekejap saja gue sudah siap. Bisa kebayangkan betapa kuatnya tarikan sebuah masakan penganten. Huehehe. 

Di kepala gue cuma ada kata nyokap yang selalu berulang2 mengenai : CATERING. Dan apapun itu pasti enak, ujung2nya gue pasti bakal ngambil banyak untuk menuh2in piring yang bakal gue pegang nantinya. 

Kita pun berangkat dengan niat baek, makan dan tentunya ngucapin selamat. Ternyata cukup jauh juga ye tempatnya. Sampe sana hohoho gedungnya bikin gue bertanya2 dimana ini? baju yang gue pake ini punya siapa? ya kek amnesia gitu tiba2.

Sebelum mobil kita valley di koridor hotel, terlihat jelas tulisan Four Points by Sheraton menghias gedung malam itu.

Four Points, yes you have my heart. Ruangannya hall2 gitu. Satu ruangan itu gede banget, tinggi gedungnya saja itu seperti 2 kali tinggi rumah gue man. Ihhh.

Keren bangettt. Tamunya bejibun2. Saking buanyaknya, tamunya pun melebihi makanan yang ada. Takut gak kebagian makanan si Isna bilang "makan maki dulu deh banyak sekali orang" dengan jiwa raga yang menggebu2 dan hasrat yang begitu meyakinkan untuk makan makanan hotel akhirnya kita ngantri. Yes, NGANTRI. 

Namanya juga orang Indonesia kalo udah liat makanan orang2 yang ngantri depannya serasa menjadi kutu yang harus mereka singkirkan. Gue juga gak mau kalah dong. Pastinya. Pas sampe di meja prasmanan, gue mule ngoperin nyokap piring sama Isna. Sendoknya abis man, sisa garpu. Ya sudah daripada makan pake sedotan air gelas, tak ada sendok garpu pun jadi. Sikat.

Perjuangan yang tak seperti kondangan2 biasanya. Berbekal tour guide dari si Uyak, kita akhirnya nyampe di tempat lauk. Dalam ati :"akhirnyaaa... lauk ada di depan mata sekarang". *ngakak setan*

And guess what? baru juga mo ngambil tuh lauk udah ludes aja gitu loh. Jangankan lauk yang laen2nya, sop aja nih ilang loh sendoknya. Gue cuman mangap dan menatap dengan tatapan kosong. Seolah piring di tangan mule sahut2an berbisik "kacian deh lu".

Huhuhuhuhuhu...

Tauk kek begini, gue mending stay di rumah dan beli nasi goreng salsabila. Kenyang iya. Nasib2.

Gue cuman dapet acar buah, acar yang kali pertama gue temuin di acara kondangan. Belum sampe disitu, nyokap yang tepat ada depan gue masih tetep berusaha nyariin mie goreng ala chef2 itu buat gue. Satu dua sendok okeh masuk di piring gue. Nyokap your the best. *Terharu*.

Saking semangatnya nyokap malah ngambilin mi goreng buat ibu2 yang gak banget deh di belakang gue. 

Well, sebenrnya kejadian serupa pernah gue alamin juga, persis di posisinya nyokap. Waktu itu gue ke kondangan cuman berdua sama bokap. Abis ngambil makanan, gue pun berniat untuk ngambilin bokap daging atau ayam waktu itu. Rada2 lupa juga sih, pas begitu sendok gue tuang di piring yang gue kira itu piring bokap, gue pun mule melanjutkan perjalanan untuk nyari tempat duduk. Sebelumnya gue merasa ada yang sedikit aneh, okeh sambil meyakinkan diri sendiri kalo gue gak mungkin salah orang pas gue balik... 

TERNYATA BOKAP MASIH JAUH DI BELAKANG GUE.

Jadi? Jadi? Jadi? 

Yang tadi gue ambilin itu... gurunya SMAN 1 Makassar? 

GYAHAHAHAHAHA

Lanjut 

Kita pun nyari2 tempat duduk gak ada alhasil gue dan isna cuman bisa makan dipojokan. Sebelum duduk melante di atas karpet yang tebalnya 1/3 springbed itu si Uyak nyamperin...

Uyak : Ih kenapa sedikit sekali naambi kak Accik?
Gue + Isna : Hehehe

Dalam ati : Bagaimanaka mau ambil banyak, lauknya abis mua huwaaaaa... 

Sekali lagi, gue kalah telak. Kalo piring dan lauk yang gue dapet itu dianalogikan bisa kek ibarat nyari upil trus disimpan di atas kertas HVS ukuran A4. Kira2 gitu deh.

Gak puas cuman makan acar dan mi goreng yang asli dikit banget, gue akhirnya bales dendam makan es buah dan beberapa kali gue dan nyokap tambah sampe harus bolak balik. Gak papa deh, yang penting haus ilang. Ngantri pun nguras tenaga loh.

Abis makan, minum es buah. Naik ngasih selametan ke pengantennya. Keluar dari gedung dan pulang.

Sampe di luar hotel, si sopirnya kita belum muncul2. What a hell. Ya udah Isna mule celingak celinguk nyariin mobil. Gak ketemu. Disuruh telpon, giliran no. teleponnya si sopir yang gak ada di henponnya Isna. Henfonnya nyokap gak kebawa juga. Akhirnya kita tinggal aja loh duduk di koridor sambil mencoba menghubungi orang2 di rumah. 

Ada kali setengah jam, sampe akhirnya gue mutusin untuk mencari silverqueen kesayangan keluarga gue itu. Semua gak sia2 setelah keliling parkiran akhirnya si sopir dan silverqueen pun ketemu.

Adeuhhh... akhirnya... nyaris deh kita nge-grab pulang ke rumah.

Untung kita2 masih inget DD mobil, kalo kagak bisa jadi semua mobil di parkiran kita ketokin satu2. Huehehe.

Satu hal yang pasti henfon itu kadang jauh lebih berarti untuk dibawa2 ketimbang minyak kapak yang disepanjang perjalananpun gak sempat kepake sama sekali2nya.

Pesan moral : Jangan pernah mengandalkan satu henfon saja, kadang kita butuh 2-3 henfon untuk mempermudah masalah.

Btw, UN SMA 2017 sudah berakhir.
Kerja bagus panitia2...